Yap! Jurus 'Tumis' (tulis-menulis) pada dasarnya bukanlah hal yang njelimet dengan banyaknya rumusan A X B = AB, 1+1 = 2 atau apalah. Intinya, jika ingin jadi penulis, cukup menulis, menulis dan terus menulis.
Tapi, hhmmm bentar... Gimana mau menulis jika tidak tahu pemicunya? Gimana caranya biar tulisan berbobot bibit bebet dapat diterima semua kalangan? Nulis tinggal nulis emang gampang. Tapi biar tulisan tersebut bergigi tinggi, eh salah... Bergizi tinggi, empat sehat lima sempurna dengan kriuk renyah *crauk...crauk..* Gimana dung?
Berangkat menulis dari praktek tanpa teori, saya tidak punya pakem khusus untuk menulis. Bebas... Lepas... Pengen nulis, ya tinggal nulis. Sampai akhirnya tersadar bahwa ada ‘sesuatu’ yang kurang dari tulisan tersebut. Kualitas! Tul-betul, saya merasakan keringnya tulisan. Kurang bergizi, monoton, gaya ala kadarnya, tidak ada krauk renyah...Yummy.... Begitupun dengan pemicu, kadang saya masih bingung mencari lecutannya. Ternyata membuat tulisan yang menarik itu susah sekali... Pyuuiihh...
Kesimpulan, menulis memang bukan hal njelimet tapi untuk membuat tulisan lebih bernas, luwes, indah, dengan teknik yang tepat, diperlukan satu jurus. Setelah ngutak-ngatik berbagai jurus ‘tumis,’ pucuk dicinta jalan terbuka, terdamparlah saya di Belajar Menulis.com . Situs kepenulisan dengan rumah bernuansa hijau, menawarkan slogan “Penulis SUKSES berawal dari sini!” Cukup menggelitik mata untuk segera berselancar di sana. Berenang di kedalamannya, byuuurrr....
Yang menarik dari Belajar Menulis ini tentu saja isinya, bukan hanya bilik rumah hijaunya. Situs yang merupakan salah satu divisi bisnis Penulis Lepas.com dikelola oleh Jonriah Ukur Ginting, atau lebih terkenal dengan sebutan Jonru (Bang Jonru) , mencoba menawarkan jalan menjadi penulis (profesional). Ini dapat terlihat dari menu situs dengan layanan: Belajar Menulis Jarak Jauh, Sekolah Menulis Online, Bisnis untuk Penulis, Cara Menerbitkan Buku.
Salah satu solusi bagi mereka – yang sibuk atau berada di luar negeri - yang ingin belajar menulis jarak jauh dalam Bahasa Indonesia. Karena semua layanan belajar menulis dikemas dalam sistem online, nggak perlu kemana-mana, tinggal duduk manis di depan kompi, klik tombol, jreennggg...! Berselancar di dunia pembelajaran ‘Tumis’ dimulai. Begitupun biaya kursus, relatif sangat terjangkau dengan sistem pembayaran mudah paypal.
Selain info pelatihan online, sebagai tamu, kita bisa ngintip ilmu tulis menulis di bagian: Tags ataupun Archives. Mampir di Belajar Menulis, saya hobi ngulik bagian: Links, yang mengakses beberapa rumah maya para penulis senior. Lumayan, bisa ikutan ngintip karaktek ataupun pengalaman ‘numis’ dari beberapa blog beliau-beliau ini.
Melihat dari archives yang ada, dapat diperkirakan bahwa situs ini masih dapat dikategorikan baru. Jika dicoba dibandingkan dengan situs pelatihan 'tumis' berpengalaman www.writingclasses.com (situs yang mendapat penghargaan dari majalah Forbes karena menyediakan bimbingan penulisan lengkap dan detail) sepertinya ada beberapa saran yang perlu disampaikan untuk Belajar Menulis

1. Halaman Depan
Pertama berkunjung, saya cukup dibuat binun... *
hihihi bilang aja kuper*, karena langsung disajikan artikel (semisal “Ikutilah: Sekolah Menulis....”). Ibarat masuk sebuah bangunan, tanpa ada sambutan sapa ria, tiba-tiba langsung tersaji hidangan *enak sih enak... * Binun juga, ini sebenarnya bangunan apa? Punya siapa? Maksud didirikan apa?
Meski akhirnya jawaban tersebut saya dapat ketika ‘ngetuk pintu’menu: Tentang Kami. Ada baiknya; Untuk menyapa akrab para pendatang, di halaman depan, setindaknya ditampilkan: Kata sapaan, panduan & penjelasan maksud dari situs tersebut, ataupun bagaimana teknis cara mengirimkan pertanyaan (konsultasi) / mendaftar menjadi anggota situs tersebut (jika ada). Tujuannya agar pembaca lebih merasakan keakraban ‘ruh’ dari penghuni Belajar Menulis on line hingga tak segan untuk kembali mampir.
2. Menu: Cara Menerbitkan Buku
Semula, melihat title ini, saya cukup antusias. Hureey! Ternyata ada juga situs yang jeli akan keinginan penulis (pemula – seperti sayah -). Siapa sih yang nggak ingin kumpulan tulisannya ada yang ngelirik, dibukukan, dipasarkan... jadi best seller *twink kedip mata* Kalau nggak ada penerbit yang ngelirik, yah, minimal punya cara untuk menerbitkan buku.
Dipenuhi rasa penasaran dan riang gembira, saya klik menu “Cara Menerbitkan Buku.” Taraaa...! Tampilan “Menerbitkan Buku Itu Gampang (MBIG)” memenuhi layar. Baca dari awal sampai akhir, glek! Sedikit kecewa. Ternyata fitur ini, hanya memasang promosi buku “MBIG.” Tidak ada ulasan rinci mengenai keterangan kongkrit cara menerbitkan buku.
Untuk ke depan, ada baiknya pihak tim Belajar Menulis, memaparkan pula tentang informasi seluk beluk “Cara Menerbitkan Buku” secara lebih kongkrit, tidak terfokus pada promosi buku “MBIG.”
Atau bisa juga berbagi tips-trik bagaimana caranya agar naskah diterima penerbit. Ataupun ulasan bagaimana membukukan naskah dengan Indie label.
Akan lebih baik lagi, jika Belajar Menulis.com ini bekerjasama dengan para penerbit. Misalnya saja mencantumkan beberapa nama penerbit beserta alamat (mail address) ataupun link, sebagai referensi yang memudahkan bagi penulis (pemula) untuk berkontak ria dengan penerbit.
3. Menu: Tentang Kami
Di awal-awal main ke Belajar Menulis.com menu Tentang Kami dapat di klik di bagian atas. Membaca ulasan ‘Tentang Kami’, rasanya tidak berlebihan jika saya harus mengangkat jempol tangan, khususnya bagi pengelola (Bang Jonru). Belajar Menulis.com memiliki tujuan mulia ingin mengantarkan siapa saja yang berminat dalam kepenulisan untuk menjadi penulis sukses. Disini pembaca dapat meraup beberapa artikel yang dapat menambah wawasan agar lihai mengasah pena.
Sayang, menu: Tentang Kami ini kok menghilang yah? Padahal sebagai pengunjung, pasti cukup penasaran dengan siapa saja yang `duduk` dalam tim pengajar ini? Dengan mencantumkan nama pengajar/penulis ternama di bagian "Tentang Kami," sebetulnya akan menjadi edifikasi ‘nilai tambah’ bagi situs dalam memperbanyak jumlah peminat.
Untuk menambah kredit point nilai jual, ada baiknya nama-nama dari tim pengajar (pengalaman dan profesional) turut dicantumkan dibagian Tentang Kami.
4. Usulan tambahan menu:
- Adanya kolom tentang “Profile Penulis Senior” (luar ataupun dalam negeri) dengan memperkenalkan buku-bukunya yang pernah menduduki rangking best seller.
- Adanya kolom “Bedah Karya”: Pengunjung situs diperkenankan mengirim tulisan, yang kemudian diseleksi (oleh tim pengelola, misalnya 1 bulan 1 kali) untuk diberi saran ataupun dikritisi agar tulisan lebih sip, setelah itu dipajang di situs Belajar Menulis, sebagai contoh pembelajaran menulis.
- Adanya kolom “Buku Referensi” yang isinya memperkenalkan buku-buku (dalam ataupun luar negeri) yang dapat dijadikan referensi bagus untuk dibaca.
- Adanya kolom “Cergam/Animasi”, yang menyediakan tips membuat cergam, ilustrasi gambar ataupun animasi.
5. Masukan lain:
- Warna ‘rumah’ situsnya kok monoton hijau yah? Gimana kalau ditambah warna lain ? Biar lebih ‘hidup’(usulan pribadi penggemar warna-warni
)
- Trus, untuk artikel yang dipajang, gimana kalau dibubuhi gambar ilustrasi? Biar lebih menarik.
- Terakhir.... Rasanya makin mantap kalo situs memuat komentar para siswa yang pernah ikut dalam pelatihan on-line Belajar Menulis.
Diatas semuanya: Motivasi! Saya mendapatkan motivasi untuk rajin ‘numis’ setelah sowan ke Belajar Menulis.com . Bahwa jurus tumis sebagai dasar ilmu memang perlu, tapi semangat diri untuk terus berlatih numis (nulis-menulis) lebih diperlukan.
Yang masih penasaran, tak perlu bingung apalagi ragu, langsung intipin Belajar Menulis.com.
